PEMODELAN FISIKA APLIKASI METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER UNTUK INVESTIGASI KEBERADAAN AIR TANAH

Teti Zubaidah, Bulkis Kanata
Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram
Jl. Majapahit No. 62 Mataram 83125, Tlp. 0370-6608703, Fax. 0370-636523
E-mail : uqinata@yahoo.co.id dan tetizubaidah@yahoo.com
Abstrak
Pada penelitian ini telah dilakukan suatu pemodelan físika aplikasi metode geolistrik konfigurasi
Schlumberger untuk investigasi keberadaan air tanah. Pemodelan dilakukan pada suatu bak kaca yang diisi dengan
pasir dan tanah liat sebagai host-rock dengan injeksi air tanah untuk berbagai volume. Hasil inversi 2-D
menggunakan perangkat-lunak IP2WIN menunjukkan bahwa metode geolistrik konfigurasi schlumberger dapat
digunakan untuk mengetahui migrasi air tanah. Hal ini dapat dilihat dari perubahan penampang isoresistivitas
sebelum dan sesudah injeksi air dengan jumlah yang berbeda, terutama pada titik injeksi air dalam hal ini Titik 3
yang memiliki nilai resistivitas paling rendah (bersifat konduktif). Resistivitas ini berada pada range resistivitas air
tanah yaitu antara 0,5 sampai 300 ohm meter (Telford, 1990).
Kata Kunci: Geolistrik, Resistivitas, Pemodelan fisika, Schlumberger.
Abstract
A Physical modeling application geoelectrical method with Schlumberger configuration for groundwater
investigation has been done in this research. Modelling was conducted in glass tub with sand and clay as host-rock.
Groungwater with different amount is injected to the host-rock. Result of 2-D inversion used IP2WIN software
show that geoelectric method with Schlumberger configuration is suitable to know ground water migration. This
matter is shown by the change of isoresistivity crosssection before and after be injected for different amount of
water, especially at node of water injection (Titik 3) have least resistivity (conductive). This resistivity exist in the
range of resistivity of groundwater that is 0.5-300 Ohm meter (Telford, 1990).
Key Words: Geoelectric, resistivity, physical modelling, schlumberger.
1. PENDAHULUAN
Seiring dengan bertambahnya penduduk, kebutuhan akan air semakin meningkat baik untuk keperluan kehidupan sehari-hari manusia, peternakan maupun pertanian. Masalah ini memerlukan pemecahan berupa pencarian sumber-sumber air untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Akibat pertumbuhan penduduk maka kebutuhan akan daerah pemukiman juga semakin meningkat. Banyak daerah resapan air digunakan sebagai daerah pemukiman, dan sebagai akibatnya daerah tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan air penduduk yang tinggal di daerah tersebut. Pada musim kemarau, suatu daerah dapat mengalami kekurangan air, sebaliknya pada musim hujan daerah tersebut terkena banjir. Salah satu masalah yang mungkin timbul adalah apakah air yang disimpan tersebut masih berada dalam reservoir yang kita inginkan atau barangkali sudah berpindah (migrasi) ke tempat lain. Migrasi air laut atau daerah pantai yang berpasir juga merupakan masalah yang menggangu penyediaan air layak minum. Untuk itu monitoring intrusi air laut perlu dilakukan untuk
mengurangi dampak yang mungkin terjadi seperti kualitas air yang digunakan dan korosi pada fondasi
bangunan. Untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut di atas, perlu dilakukan studi ke-geofisika-an.
Penelitian ini merupakan suatu studi geofisika berupa pemodelan fisis memanfaatkan metode geolistrik
tahanan jenis. Metode geolistrik merupakan salah satu metode geofisika yang mempelajari sifat aliran
listrik di dalam bumi dan bagaimana cara mendeteksinya di permukaan bumi. Dalam hal ini
meliputi pengukuran potensial dan arus listrik yang terjadi, baik secara alamiah maupun akibat injeksi
arus di dalam bumi. Dalam penelitian ini, pemodelan fisis dilakukan dalam sebuah wadah kaca dengan panjang 2 m, lebar 1 m, dan tinggi 0,6 m. Sebagai host-rock digunakan pasir dan tanah liat. Pada media tersebut kemudian diinjeksikan arus dan diukur arus maupun potensialnya. Pengukuran dilakukan dengan
menggunakan 4 buah elektroda, yakni 2 elektroda arus dan 2 elektroda potensial. Pemodelan Fisika Aplikasi …Konfigurasi yang digunakan adalah konfigurasi Schlumberger yang diharapkan dapat digunakan untuk investigasi keberadaan air.
2. TINJAUAN PUSTAKA
Azhar dan Gunawan Handayani (2004) telah melakukan pemodelan berskala laboratorium untuk
mengukur tahanan jenis beberapa sampel batubara dari Tambang Air Laya menggunakan konfigurasi
Wenner-Schlumberger, dengan dasar pemikiran metode tahanan jenis telah banyak dimanfaatkan
untuk berbagai kepentingan ekplorasi lapisan dangkal. Metoda tahanan jenis merupakan metode
geofisika yang dipakai untuk pengukuran tahanan jenis semu suatu medium. Pengukuran dengan
konfigurasi schlumberger ini menggunakan 4 elektroda, masing-masing 2 elektroda arus dan 2
elektroda potensial. Sampel batubara yang digunakan pada penelitian ini berasal dari tambang Air Laya
Sumatera Selatan dan lempung sebagai medium pengukuran diambil dari daerah Ciembulueit Kota
Bandung. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fisika Bumi Jurusan Fisika ITB. Dari hasil penelitian
yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa salah satu metoda geofisika yang dapat digunakan untuk
memperkirakan keberadaan dan ketebalan batubara di bawah permukaan adalah metoda geolistrik tahanan
jenis. Metoda geolistrik dapat mendeteksi lapisan batubara pada posisi miring, tegak dan sejajar bidang
perlapisan di bawah permukaan.

DOWNLOAD

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PEMODELAN FISIKA APLIKASI METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER UNTUK INVESTIGASI KEBERADAAN AIR TANAH"

Post a Comment